Sabtu, 23 Januari 2010

Hembusan Angin

By: Haerul Said


Perlahan demi perlahan menari gemulai
Riak irama sejukkan pesona
Tak padam dalam alunan gerak tak bertepi
Aroma surga semakin berasa dalam asa
Malam itu di pinggiran pantai yang sepi

Hanya ditemani sampah-sampah khayalan
Ditiup oleh angin masa lalu kenangan pahit
Bergolak dalam ambisi kemunafikan terselebung
Tetapi dinamis merubah keadaan yang menjepit dari kemunafikan itu
Sebab tak ada lagi pergolakan kecuali dengan perlawanan gigih

Hembusan angin kiprahilah dalam sejukmu
Hembusan angin dekapilah dalam alurmu
Hembusan angin menarilah bersamaku
Mari renggut apa yang belum terwujud....
Di sana telah menanti untuk kita datangi...

Balikpapan, Suatu malam yang gelap di awal tahun 2010.

Jumat 22 Januari 2010

*melalui catatan Facebook*Bagikan


Silahkan Baca juga Postingan berikut:

1 komentar:

Menuai Makna : 24 Januari 2010 15.08 mengatakan...

Makasih kawan, aku tidak keberatan. apalagi namanya dicantumkan. :D, Semoga dengan cara berbagai seperti ini, menemukan kesegaran walau hanya setetes. namun dengan tetesannya yang menyatu dan cukup maka kesegarannya semakin terasa. amin. Salam hujan kesejukan...


Silahkan Berkomentar

Silahkan berkomentar dengan bijak sesuai tema tulisan. Gunakan Name/URL untuk memudahkan saya merespon komentar Anda.

KOMENTAR

 

BLOG RANK

SESAMA BLOGGER