Selasa, 17 Agustus 2010

Selamat Merayakan Dirgahayu Republik Indonesia Ke 65

Mengawali langkah lelaki aneh saat beranjak meninggalkan sebuah gubuk kecil disalah satu pelosok desa yang sedikit terpencil di kabupaten Mamuju Sulawesi Barat dengan sebuah lagu klasik yang sangat disukainya melalui handphone, sabtu siang 15 Agustus 2010 tanpa pesan yang dititipkan pada kekasih hatinya karena di gubuk reyot itu ia tak meninggalkan wajah insan sebagai sosok kekasih, melainkan sisa lembar lembaran  kertas dan pembungkus rokok urban mild yang tertata rapi di sudut ruangan gubuk dengan ukuran kurang lebih 5 meter persegi. Sebut saja Marlon yang kini berusia tak jauh beda dengan usiaku, tau kan berapa usiaku saat ini..? wah wah..kalo pada sampai postingan kali inipun saya harus menjelaskan tentang usiaku..ya..kapan ceritanya..ahh..gellap ahh..
Tatapan marlon pada gubuknya itu sangat tidak mewakili perasaan seseorang yang sedang bersedih sedikitpun karena harus meninggalkan gubuk derita yang selama ini menjadi tempat istirahat sekaligus berlindung dari terik matahari dan air hujan yang jatuh ke bumi. Bagaimana tidak, ia masih berharap bisa kembali beristirahat di gubuk itu dengan membawa kekasih hati untuk menemani hari harinya yang penuh dengan peristiwa peristiwa yang tak jarang dilakukan oleh masyarakat perkampungan, sebut saja salah satunya adalah kegiatan berkebun dan bertani walaupun sebenarnya lelaki ini tak memiliki kebun dan sawah sendiri melainkan hanya diberi amanah oleh pemilik sawah dan kebun yang ia garap.

Sepuluh Kilo Meter yang ia perkirakan untuk ditempuh dengan berjalan kaki menuju jalan poros trans Mamuju - Palu, tentulah bukan jarak yang dekat menurut orang yang belum pernah melakukan perjalanan seperti itu dengan membawa daypack alias ransel berukuran 50 liter jika dihitung dengan takaran, tas yang selalu menemani kemana saja perjalanan petualangannya itupun menjadi saksi ketangguhan seorang yang tak pernah menyebut dirinya kuat di muka bumi ini, namun jangan sekali kali meremehkan seorang  hanya dengan melihat dari satu sisi atau dengan sebelah mata sekalipun apalagi lelaki ini seorang pencinta alam karena konon kabarnya seorang pencinta alam adalah orang yang tak takut mati.

Ada banyak hal yang belum saatnya saya sampaikan melalui cerita pendek ini, namun karena seseorang telah memberiku saran dan itu masuk akal juga maka saya mengambil keputusan bahwa cerita ini saya cut alias potong di tengah jalan sampai akhirnya lelaki itu tiba di kota Mamuju Sulawesi Barat dan langsung menuju jalan Sukarno Hatta di sebuah Warung Internet untuk menemui sahabatnya yang bekerja sebagai tehnisi sekaligus merangkap operator warnet tersebut, sebut saja Arif Agus Bege'h dengan julukan Sang Hujan si Penyair Air Mata. Sebagai sahabat dengan banyak kesamaan minat dan hobby maka perbincangan  kami dimulai sambil dengar beberapa puisi audio dari komputer server warnet AQILAH NET sebelum beberapa menit lagi suara sirine sebagai penanda saatnya berbuka puasa dari sebuah masjid yang tak jauh dari tempat itu.

Percakapan saling menanyan kondisi mereka selama beberapa bulan tak bertemu dan akhirnya saya terperanjat setelah bertanya  
"Lon..kamu ke mamuju dalam rangka apa?" tanyaku pada marlon sambil perlahan menurunkan volume music dari komputer, " saya ke sini hanya membawa surat untukmu dan bapak bupati" jawabnya marlon sahabtku, "surat...!!!" dengan nada sedikit keras.

Sampai catatan ini saya postingpun saya belum membuka surat yang diberikan oleh sahabat saya itu karena ia berpesan untuk tidak membukanya sebelum bapak bupati membaca surat yang sama itu dengan amplop putih polos dengan tulisan berwarna merah "Selamat Merayakan...!!! Dirgahayu Republik Indonesia Ke 65".

beginilah jadinya jika postingan dipaksakan, saya berharap agar dapat di maklumi dan silahkan anda beri masukan dengan komentar yang bijak
SALAM HUJAN

Bookmark and Share


Silahkan Baca juga Postingan berikut:

5 komentar:

anisayu : 17 Agustus 2010 18.19 mengatakan...

Wowww ceritanya asik, menarik, lucu jg haru hix hix hix MERDEKA!!!

Arif Agus Bege'h : 18 Agustus 2010 11.30 mengatakan...

Anisayu=> iyakah..? padahal ceritanya ga lengkap tuu..tapi trimakasih atas pujianmu..jangan kapok mampir ya..

Anonim mengatakan...

Sri Ekawati datang mengundang mas AAB penyair air mata berbuka puasa sekalian merayakan Dirgahayu Republik Indonesia Ke 65

MERDEKA...!!!!!!

Sao Net Tarailu : 18 Agustus 2010 17.47 mengatakan...

MERDEKA

Nurahmi : 18 Agustus 2010 22.31 mengatakan...

sekali merdeka tetap merdeka

kisah nyata orang lain atau kisah pribadi niii
jadi terharu


Silahkan Berkomentar

Silahkan berkomentar dengan bijak sesuai tema tulisan. Gunakan Name/URL untuk memudahkan saya merespon komentar Anda.

KOMENTAR

 

BLOG RANK

SESAMA BLOGGER