Sabtu, 02 Juni 2012

Curhat Ayano Rosie-Juni dan Kebaya Merah

Catatan ini adalah kado kedua untuk menemani sahabatku yang akan menggenapkan usianya pada bulan Juni ini, semoga saja berkesan buatnya

Juni dan Kebaya Merah
By: Ayano Rosie

June, kau masih menyimpan kebaya merah yang kita beli kemarin? Aku ingin kau memakainya saat kawanku menggenapkan usianya yang ke dua puluh lima di hari ke dua puluh enam kebersamaan kita.

Kebaya merah tanda cinta untukmu juga untuk sahabatku, agar peluh yang ia torehkan buat garuda kita tak lagi sia sia dimakan rayap kesombongan penguasa.

ah... June, kau sangat anggun dengan kebaya cinta itu, merah serupa warna bendera yang saban hari berkibar di angkasa sebagai simbol kejayaan, sedang lambaiannya hanya berupa sapaan penggembira tikus tikus got di parlemen sana.

Merah kebayamu melambangkan cinta, tapi cinta seperti apa yang akan ditorehkan anak anak negeri ini? apakah semboyan Bhineka Tunggal Ika, yang entah masih kuat di jiwa atau hanya sebagai ucapan dongeng pengantar tidur penutup mata keadilan, aku juga tak pernah tahu June.

June, kau tahu selain berita kelahiran anggota baru dalam keluarga yang membuatku bahagia, aku baru saja mendapat kabar dari kawanku di negeri Singa sana bahwa karya yang aku kirim beberapa waktu yang lalu termuat di koran harian mingguan mereka, oh betapa senangnya aku June, tapi sekaligus sedih, karena email yang aku pakai tuk mengirim karya itu sekarang terblokir karena paswordnya aku lupa. padahal info kebenaran itu bisa aku baca melalui email itu. Tapi tak apa, karena kabar ini sudah lebih dari cukup untukku menata hari kedepan.

June, senyum bahagia dan kebaya merahmu sangat indah di jiwaku, menantikanmu memakai kebaya merah itu memberiku semangat tuk berkarya lagi. akh sahabatku apa kau percaya kabar ini, kebaya merah yang akan kupersembahakan padamu bersama garuda menambah keceriaan warna June kali ini.

Strowberry Makassar, 10120602


Silahkan Baca juga Postingan berikut:

7 komentar:

anisayu : 2 Juni 2012 22.08 mengatakan...

wah puisinya selalu memprotes kapada penguasa negara
jadi saya ga bisa bilang apa apa
karna saya tak tahu tata negara
yang saya inginkan ketentraman kerja
dapat upah yang semestinya
atau membuat lapangan kerja
untuk orang lain itulah cita cita
sebagai warga negara ...:)

ayano rosie : 3 Juni 2012 08.41 mengatakan...

Anisayu =>

ini bukan puisi tapi seperti cerpen yang dikemas dengan "curhat"

namun mencari udara segar dulu sampai imaji puisi itu kembali

makasih sahabat

anisayu : 3 Juni 2012 11.23 mengatakan...

cerpen atau puisi
saya ga berani
kalau protes penguasa negri
karna belum tentu jika yg mencaci
lebih baik dari yang dibenci
mending buatnya yg memuji
akan membantu yang koropsi
sadar akan banyaknya alam yg terbiri…

hehe
sebagai bukti
ga mungkin jadi mentri
kalau dia tak pandai …

ah nulis banyak ga dibaca sama yg dicela,
gimana dia sadar mata,
buat apa…

ayano rosie : 3 Juni 2012 16.37 mengatakan...

hehhe
anisayu =>

sahabat hati kami
aku suka dengan cara berpikirmu yang begitu istimewa
biarkan saja kita bergelut dalam cinta
karena penguasa telah tertutup telinganya

makasih sahabat

Candra : 4 Juni 2012 00.13 mengatakan...

wew., keren :)

Kontraktor : 4 Juni 2012 11.23 mengatakan...

Semoga si June menyukai kado apa yang akan engkau berikan...

Kontraktor : 4 Juni 2012 11.24 mengatakan...

Semoga si June menyukai kado apa yang akan engkau berikan...


Silahkan Berkomentar

Silahkan berkomentar dengan bijak sesuai tema tulisan. Gunakan Name/URL untuk memudahkan saya merespon komentar Anda.

KOMENTAR

 

BLOG RANK

SESAMA BLOGGER